Alasan Kenapa Banyak Gamer Tidak Menyukai CoD: Infinite Warfare

Call of Duty Infinite Warfare

Awal Mei 2016 kemarin seharusnya menjadi waktu yang menyenangkan untuk Activision dan Infinity Ward. Betapa tidak, di awal Mei kemarin mereka merilis detail dan trailer perdana dari seri Call of Duty (CoD) terbaru mereka, Infinite Warfare. Tapi sayang, sambutan gamer ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan. Banyak yang mencibir trailer perdana tersebut. Banyak juga yang membenci dan menunjukkannya dengan cara menekan tombol dislike di video YouTube-nya.

Belum juga dirilis dan baru meluncurkan trailer perdana, tapi sudah banyak gamer yang membenci Call of Duty (CoD) Infinite Warfare. Apa ya alasannya?

1. Kehilangan Identitas CoD

Peperangan futuristis di luar angkasa? Eksoskeleton? Mecha? Jetpack? Jika kamu sudah menonton trailer-nya mungkin kamu sependapat dengan sebagian besar gamer yang menganggap Infinite Warfare sudah kehilangan identitas CoD-nya. Orang mengenal CoD lewat peperangan sinematik yang terinspirasi dari perang dunia atau perang lain yang berdasarkan sejarah. Bukan perang futuristis yang membuat Infinite Warfare justru tampak seperti Halo, Killzone ataupun Titanfall.

Seharusnya Advanced Warfare yang dirilis dua tahun lalu bisa menjadi patokan, bahwa penggemar fanatik tidak suka CoD yang bertema terlalu futuristis. Meskipun banyak mendapatkan penghargaan dan pujian dari kritikus game, faktanya angka penjualan Advanced Warfare turun sekitar 27% dibandingkan seri tahun sebelumnya, CoD Ghosts.

Dengan total dislike yang masif di trailer perdananya ini, kira-kira bagaimana ya nasib penjualan Infinite Warfare nantinya?

2. Activision Tidak Mendengarkan Aspirasi Gamer CoD Infinite Warfare

Setelah Advanced Warfare yang kurang sukses, banyak gamer yang meminta Activision untuk mengembalikan CoD seperti seri-seri sebelumnya. Perang yang sinematik, tidak terlalu futuristis, atau yang berdasarkan sejarah. Tapi faktanya, Activision tidak mendengarkan aspirasi tersebut dengan mengembangkan Infinite Warfare ini. Hal ini membuat banyak gamer kecewa, dan akhirnya memberikan respon negatif saat mereka mengkonfirmasikan Infinite Warfare.

3. Activision Terkesan Memaksa Gamer Membeli Infinite Warfare CoD Infinite Warfare

Kamu penggemar berat Modern Warfare pertama, dan ingin memainkan kembali versi remastered-nya di PS4 atau Xbox One? Kabar gembira, karena memang Activision berencana merilis versi remastered-nya tahun ini. Tapi kabar buruknya, versi remastered ini HANYA dijual satu paket dengan Infinite Warfare dengan harga US $80 atau sekitar Rp1,07 juta. Bagi gamer yang sudah terlanjur “membenci” dan tidak ingin membeli Infinite Warfare, angka ini tentu sangat mahal untuk sebuah game remastered. Jadi kesannya, Activision memaksa gamer untuk membeli Infinite Warfare, meskipun gamer sebenarnya hanya ingin membeli versi remastered dari Modern Warfare.

Dengan ini, mungkin penjualan Infinite Warfare bisa naik. Akan tetapi, jumlah gamer yang membenci Activision bisa jadi akan semakin bertambah . .

4. Battlefield Memanaskan Persaingan

Saat para penggemar CoD kecewa dengan Infintie Warfare, EA dan DICE melontarkan bom atom dengan mengkonfirmasikan Battlefield 1 yang membawa gamer kembali ke Perang Dunia pertama. Boooom…

Bagi penggemar fanatik CoD, tentu mereka tidak rela melihat judul kesayangannya dikalahkan sang rival. Ini juga semakin menunjukkan betapa Activision kurang peka dalam memahami keinginan gamer, dan peluang tersebut akhirnya disambar oleh EA. Jadinya, semakin banyak yang membenci Activision (plus Infinite Warfare), dan kemudian beralih dengan menggemari Battlefield 1.

5. Gamer Veteran Sudah Jenuh dengan CoD

Alasan kelima mungkin hanya terjadi pada sebagian gamer. Jika ada sebagian gamer yang tidak suka dengan inovasi yang diberikan oleh Infinity Ward dalam Infinite Warfare, sebagian lagi yang memberikan dislike justru adalah gamer-gamer veteran yang sudah bosan dengan gameplay CoD. Yap, CoD sudah berusia lebih dari satu dekade sejak pertama kali kemunculannya tahun 2003 lalu, dan selalu rilis seri baru setiap tahunnya. Gamer yang masuk kategori ini mungkin membenci Activision karena tidak memberikan jeda “istirahat” untuk franchise ini, paling tidak untuk satu atau dua tahun. Tujuannya, untuk menyegarkan kembali gamer yang mungkin sudah mulai jenuh dengan game ini.

Diharapkan saat kembali, nantinya CoD bisa membawa ide-ide yang lebih fresh, dan sesuai dengan keinginan para penggemarnya. Kembali ke perang klasik mungkin bisa menjadi solusi yang akan menyenangkan para penggemarnya.

Kalau menurutmu bagaimana? Jika kamu merupakan salah satu gamer yang membenci Infinite Warfare, apa sih yang membuatmu tidak suka dengan game ini? Tulis di kolom komentar ya!

Game banyak dicari: